di balik kerugian yang ditimbulkan dari robohnya JPO Tendean, lahir pelajaran penting bahwa keselamatan harus menjadi fondasi utama pembangunan kota

Jakarta (ANTARA) - Beberapa waktu lalu, insiden robohnya jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Tenderan menyita perhatian publik. Pasalnya, JPO tersebut ambruk lantaran tertabrak oleh sebuah truk yang mengangkut alat berat.

Akibat ketidaktelitian pengemudi memperhitungkan tinggi kendaraan, fasilitas yang setiap hari menjadi penghubung aman bagi pejalan kaki itu pun ambruk.

Dalam hitungan detik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalami kerugian besar. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny mengatakan, selain kerugian finansial, kejadian ini juga menimbulkan kerugian sosial, yaitu mobilitas masyarakat terganggu karena JPO tersebut tidak dapat digunakan dan arus lalu lintas di sekitar JPO itu terhambat.

Oleh sebab itu, menindaklanjuti insiden tersebut, Dinas Bina Marga DKI memastikan JPO tersebut tidak akan diperbaiki, melainkan langsung dibongkar.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil penilaian teknis di lapangan, yakni struktur JPO dinilai rusak berat sehingga sudah tidak layak beroperasi dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Kejadian ini pun akhirnya menjadi pengingat bahwa kota metropolitan seperti Jakarta membutuhkan sistem perlindungan infrastruktur yang mampu mengantisipasi risiko.

Insiden ini seolah menyadarkan bahwa pembangunan fisik juga harus dibarengi dengan penguatan aspek keselamatan. Infrastruktur tak hanya cukup terlihat indah dipandang atau berfungsi dengan baik, tetapi juga harus mampu terlindungi dari potensi kecelakaan.

Usulan berbagai pihak

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.