Jakarta (ANTARA) - Polisi berhasil meringkus pelaku penikaman yang beraksi di wilayah Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Pelaku berinisial SE alias Mbot berhasil diamankan di kediamannya pada Rabu (15/7) sekitar pukul 00.30 WIB, setelah sempat melarikan diri," tutur Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha Ferdianto saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Aqsha, insiden penikaman yang terjadi pada Rabu (1/7) sekitar pukul 18.15 WIB itu dipicu kesalahpahaman yang dilandasi rasa cemburu.

"Motif pelaku berawal dari kesalahpahaman. Korban merasa tidak terima dan cemburu karena mengira pelaku telah menyebarkan video pacar korban berinisial GI melalui media sosial Instagram. Perselisihan tersebut kemudian berujung pada aksi kekerasan," kata Aqsha.

Saat itu, kata Aqsha, pelaku mendatangi rumah korban dengan tujuan menemui rekannya.

Namun karena rekannya tidak berada di lokasi, pelaku kemudian berbincang dengan sejumlah warga yang berada di depan rumah

"Sekitar 15 menit kemudian, korban keluar dari rumah dalam keadaan emosi dan langsung menghampiri pelaku," kata dia.

Tanpa banyak bicara, korban memukul pelaku sehingga keduanya terlibat perkelahian. Dalam perkelahian tersebut, keduanya terjatuh di dekat pot bunga.

"Saat berada di posisi itu, tangan pelaku memegang sepotong besi yang berada di sekitar lokasi," ujar Aqsha.

Besi tersebut kemudian digunakan pelaku untuk menusuk korban sebanyak delapan kali hingga korban mengalami luka-luka.

"Setelah melakukan penusukan, pelaku membuang potongan besi yang digunakan di lokasi kejadian kemudian melarikan diri dan pulang ke rumahnya. Berbekal hasil penyelidikan serta keterangan para saksi, tim Unit Reskrim berhasil melacak keberadaan pelaku dan mengamankannya tanpa perlawanan," ujar Aqsha.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memproses perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan secara emosional maupun dengan tindakan kekerasan.

"Kami mengimbau masyarakat agar setiap permasalahan diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui jalur hukum. Jangan mudah terpancing emosi karena tindakan kekerasan hanya akan menimbulkan kerugian bagi semua pihak," imbuhnya.

Baca juga: Pedagang ketoprak di Cengkareng jadi korban penikaman

Baca juga: Polisi masih buru pelaku penikaman imam mushalla di Jakbar

Baca juga: Pelaku tikam imam mushalla di Jakbar karena dendam

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.